Senin, 18 Agustus 2014

Rumah yang Terasa Asing

Saat jauh baru kita menyadari sesungguhnya betapa berarti orang-orang yang ada disekitar kita selama ini. orang-orang yang mungkin jarang untuk kita pikirkan, jarang dikunjung dan bahkan jarang menjalin komunikasi. Namun, ketika tempat kita berpijak telah jauh terhalang darat atau lautan, saat mereka tak bisa kita raih, saat itu baru kita sadari betapa dia berarti dalam kebiasaan yang tidak berarti.
ya,, orang-orang yang kuceritakan tentu saja para sahabatku di tanah persembunyianku teman-temanku terkasih di tanah rantau.
Saat ini adalah liburan semester genap, liburan yang sangat panjang memasuki tahun ketiga aku menjadi mahaiswi. aku tak menyangka terkadang saat di rantau aku merasa ingin sekali pulang ke rumah bertemu orang-orang yang kusayang keluarga dan pacar. yah hanya itu yang aku punya. sahabat lama, aku tak tahu aku punya atau tidak. semasa sekolah dulu aku memang punya banyak teman ya tapi semua itu hanya teman biasa. aku hanya orang biasa bagi mereka bukanlah seseorang yang spesial dan kini setelah kami kuliah, kami juga memiliki dunia baru dan kawan-kawan yang baru dan aku tak ada sahabat lama untuku.
keluarga, terkadang mereka juga harus melaksanakan kesibukan mereka seperti biasa dan tak mungkin menemaniku setiap saat, mereka dituntut oleh pekerjaan dan mereka tidak seperti aku yang sedang menikmati liburan.Tapi walau begitu, setidaknya setiap hari aku selalu bersama mereka di setiap malam walau hanya sekedar menonton tv. Dan terakhir pacar. orang yang aku rindukan di setiap malamku saat di rantau, orang yang bilang rindu tapi, pada kenyataannya saat aku kembali pulang dia juga tak selamanya bisa bersamaku karena dia juga masih punya kehidupannya sendiri seperti keluarga dan teman-temannya. sesungguhnya hanya dia harapanku untuk menghabiskan waktu saat liburan ini. aku berharap dia akan selalu mengajakku keberbagai tempat kesukaanku, bersamaku dan sedikit lebih mementingkan diriku daripada para sahabtnya, karena menurutku tidak setiap minggu aku bisa bersamanya, mungkin hari ini ada kesempatan tapi besok mungkin kita tidak bisa bersama karena terpisah jarak. tapi ia bisa kapan saja bertemu dan bergurau dengan teman-temannya. namun mungkin dia tidak memahami tentang hal itu. kadang aku sangat kesepian di tempat yang aku rindukan. terkadang aku ingin kembali ke sna tempat aku menuntut ilmu. tidak ada waktu untuk bersedih dan merasa kesepian seperti ini. ada banyak kegiatan, teman dan tempat-tempat ramai yang mudah dijangkau. saat ini aku rindu akan suasana disana. aku sendiri tapi tak pernah sendiri, namun disini ditempat sendiri namun terasa asing. aku rindu kamar kosku dan skuter metik yang selalu siap mengantarku kemana saja aku ingin.
terimakasih telah membaca curahan hati ini, aku tak tahu harus bercerita kepada siapa karena aku bukanlah orang yang pndai dalam bercerita apalagi cerita tentang isi hatiku. aku adalah orang yag cukup tertutup untuk masalah yang aku miliki. Semoga semuanya bisa bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar